1. Kisah Elang. حِكَايَةُ النَّسْرِ. يُحكـى أَنَّ نَسْـراً كَانَ يَعِيْـشُ فِي إِحْـدَى الجبَـالِ، وَيَضَـعُ عشّـه على قمـة إحـدى الأشجـار، وكان عـشّ النّسـر يحتـوي على أربـع بيضـات، ثـمّ حـدث Banyak sekali cerita bahasa Arab menarik yang dapat anda ambil manfaatnya. Baik dari segi hiburan dan hikmah, ataupun dari segi melatih kemahiran berbahasa Arab khususnya maharoh qiroah dan penguasaan mufrodat (kosakata). Agarlebih memahami dengan jelas akan arti dari pelajaran bahasa arab. Kami akan memberikan contoh cerita pendek dalam bahasa arab di bawah ini. Cerita Tentang Seorang Ibu حَضَرَ زَيْدٌ مُبَكِّرًا مِنَ الْمَدْرَسَۃِ. ذَهَبَ اَوَّلًا اِلَی غُرْفَۃِ اُمِّهِ وَ سَاَلَهَا : كَيْفَ اَنْتِ الْآنَ يَا اُمِّي؟ CeritaBahasa Arab Tentang Profesi atau Pekerjaan Beserta Artinya. 150+ Kosakata Bahasa Arab Tentang Profesi atau Pekerjaan [Terlengkap] اَسْمَاءُ امْرَاَۃٌ نَشِيطَۃٌ. مَاتَ زَوْجُهَا قَبْلَ سَنَتَيْنِ وَتَرَكَ لَهاَ اَرْبَعَۃَ اَوْلَادٍ وَ بِنْتًا CeritaTentang Sekolah Dalam Bahasa Arab Berikut ini kita sajikan 2 teks bahasa Arab tentang cerita sekolah berikut artinya serta akan kita tambah dengan kosakatannya lengkap dibawah ini ! Langsung saja kita simak ! Cerita Pertama # دَخَلَ الـمُدِيْرُ الصَّفَّ وَمَعَهُ مُدَرِّسٌ جَدِيْدٌ . وَقَفَ التَّلَامِيْذُ .الـمُدِيْرُ : السَّلَامُ عَلَيْكُمْ Ceritapendek bahasa arab dan artinya. Pamuda anu aya di karajaan eta sadayana hade laku lampahna sok sering gotong royong ngabatos wargi anu teu mampu. Cerita dalam bahasa Arab disebut قصة جـ قصصPembelajaran dengan menggunakan kisah merupakan salah satu metode yang digunakan oleh Al-Quran. S8v2Bsb. Home » Bahasa Arab , FABEL » CERITA BAHASA ARAB DAN ARTINYA الأَسَدُ وَ الفَأْرُ. الأَسَدُ وَ الفَأْرُ. كَانَ أَسَدٌ نَائِمًا فَأَتَى فَأْرٌ وَ مَشَى عَلَى رَأْسِهِ. فَهَبَّ مِنَ النَوْمِ غَضَبَانِ. وَقَبَضَ عَلَى الفَأْرِ لَيَقْتُلَهُ. فَبَكَي الفَأْرُ وَ تَضَرَّعَ. حَتَّى رَقَّ لَهُ قَلْبَ الأَسَدِ وَ خِلَى عَنْهُ. وَ ثَانِى اليَوْمَ وَقَعَ الأَسَدُ فَي شَرِكِ نَصْبِهُ لَهُ الصَيَادُوْنَ. فَصَرَخَ وَزَأَرَ حَتَّى سَمِعَهُ ذَلِكَ الفَأْرُ. فَأَسْرَعَ لِمُسَاعَدَتِهِ. وَ قَالَ لَهُ لَا تَخَفْ وَ أَخْلَّصُكَ. وَ شَرَعَ يُقْرَضُ الحَبْلَ بِأَسْنَانِهِ الحَادَّةِ. حَتَّى قَطَعَهَ وَخَرَخَ الأَسَدُ سَالَمًا. وَشَكَرَا شُكْرَهُ كَثِيْرٍا. ثُمَّ قَالَ لَهُ " مَا كُنْتَ أَحْسَبُ أَنَّ حَيَوَانًا ضَعِيْفًا مِثْلُكَ. وَ يَقَدِرُعَ عَلَى مَا لَا أَقْدِرُ عَلِيْهِ أَنَا". فَأَجَبَ الفَأْرُ " لَا تَخْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلَّ شَيْءٍ مَزِيِة" SINGA DAN SEEKOR TIKUS Pada suatu hari ada seekor singa yang sedang tertidur pulas. Kemudian datanglah seekor tikus dan berjalan diatas kepalanya sehingga membuat singa itu terbangun dari tidurnya dengan marah. Singa tersebut semakin marah dan ingin membunuh tikus tersebut. Menangislah tikus tersebut dengan rasa pasrah sehingga membuat hati singa tersebut tersentuh sehingga membuat singa tersebut pergi meninggalkan tikus. Pada hari berikutnya, sinbga tersebut terjebak di dalam jaring yang di pasang oleh seorang pemburu. Kemusia dia merintih denga suara rintihan sehingga terdengarlah oleh tikus yang telah ditolong oleh singa tikus tersebut secepatnya pergi untuk menolong singa yang terjebak. Berkatalah tikus tersebut kepada singa “ janganlah kamu takut dan saya akan menolongmu”. Dengan cepat tikus tersebut menggigit tali jaring dengan giginya yang kuat. Terputuslah tali tersebut dan keluarlah singa tersebut dengan selamat. Singa tersebut berterima kasih terhadap apa yang telah dilakukan oleh tikus tersebut. Kemudian berkatalah singa tersebut kepada tikus “ saya tidak pernah menghargai hewan kecil sepertimu. Tetapi ia memiliki kelebihan yang tidak saya miliki seperti dia” Tikus tersebut menjawab “ janganlah kamu meremehkan sesuatu yang lain dari dirimu, karena setiap sesuatu itu memiliki kelebihannya masing-masing” Banyak sekali cerita bahasa Arab menarik yang dapat anda ambil manfaatnya. Baik dari segi hiburan dan hikmah, ataupun dari segi melatih kemahiran berbahasa Arab khususnya maharoh qiroah dan penguasaan mufrodat kosakata.Namun sangat disayangkan cerita-cerita yang admin maksud hanya banyak tersebar di buku-buku bahasa Arab atau internet yang notabenenya tidak berharokat dan tidak ada terjemannya. Sehingga untuk kalangan pemula yang lebih banyak belajar dengan otodidak, hal ini menjadi suatu kendala ini kami sajikan beberapa cerita bahasa Arab pendek beserta artinya1. Juha dan Keledainya Istri Juha meninggal dunia, namun Juha nampak tidak terlalu sedih. Selang beberapa waktu, giliran keledainya yang mati dan mulailah tampak gelagat penyesalan dan kesedihan pada seorang temannyapun kemudian bertanya" Aneh kamu, dulu istrimu meninggal dunia namun kamu tidak bersedih seperti halnya kesedihanmu terhadap kematian keledaimu ini?Maka Juhapun menjawab "Ketika istriku meninggal para tetangga datang dan berujar padaku "jangan bersedih ! kami akan carikan yang lebih baik untukmu. Dan mereka berjanji akan menepatinya..." "Namun ketika keledaiku mati, tidak ada satu orangpun yang datang menghiburku seperti itu, bukankah pantas kalau aku jadi sedih ?"2. Aku belum pernah melihat setanSuatu hari Jahidhz sedang berdiri di depan rumahnya. Lalu lewatlah dekatnya seorang perempuan cantik. Lalu perempuan itupun tersenyum padanya dan berkata " Aku ada perlu denganmu".Apa perlumu...?, kata itu berkata Aku ingin kamu pergi ? Tanya jahidhzPerempuan itu berkata "sudahlah ikuti aku tanpa banyak tanya !Lalu Jahidhzpun mengikuti perempuan itu sampai keduanya sampai di toko penjual perhiasan. Di tempat itu perempuan tadi berkata kepada tukang perhiasan" Seperti itu ....!! lalu iapun itu Jahidz bertanya kepada tukang perhiasaan maksud perkataan perempuan perhiasanpun berkata .. mohon maaf wahai tuanku, wanita itu pernah datang kemari membawa sebuah cincin dan memintaku untuk melukisinya dengan gambar Syaitan. Lalu aku katakan kepadanya bahwa seumur hidupku aku sama sekali belum pernah melihat Syaitan. Makanya dia sekarang datang dengan membawamu karena menyangka bahwa engkau mirip Syaitan. Share This Sahabat Kamus Mufradat yang semoga selalu dalam lindungan Allah -ta'ala-. Di sini saya akan berbagi contoh cerita bahasa Arab. Barangkali di antara pembaca ada sedang yang mencari contoh karangan bahasa Arab tentang keluarga untuk referensi mengerjakan tugas atau alasan lainnya. Dua cerita contoh di bawah ini diambil dari buku Al-Arabiyyah Lin Nasyi’in jilid kedua. Jika di antara pembaca ada yang memilikinya, bisa langsung merujuk sendiri kesana. Yang saya lakukan hanyalah menulis ulang cerita tersebut, mengartikan, dan membedah kosakata yang ada di dalamnya. Langsung saja, berikut ini cerita bahasa Arab tentang keluarga dan artinya. Selamat belajar dan membaca. Cerita Pertama القِصَّةُ الأُوْلَى تَسْكُنُ عَائِلُةَ أَحْمَدَ فِي بَيْتٍ كَبِيْرٍ ، وَهِيَ عَائِلَةٌ نَشِيْطَةٌ تَعْمَلُ كَثِيْرًاKeluarga Ahmad tinggal di sebuah rumah besar, mereka adalah keluarga rajin yang banyak bekerja. هَذَا وَالِدُ أَحْمَدَ فِي الحَدِيْقَةِ يَغْسِلُ السَّيَّارَةِIni ayah Ahmad berada di taman sedang mencuci mobil. وَهَذَا وَالِدَتُهُ فِي المَطْبَخِ تُعِدُّ طَعَامَ الغَدَاءِIni ibunya di dapur sedang menyiapkan makan siang. وَهَذِهِ أُخْتُهُ فِي غُرْفَةِ الطَّعَامِ وَهِيَ تُنَظِّفُ المَائِدَةَ Ini saudarinya di ruang makan sedang membersikan meja makan. وَهَذَا جَدُّهُ فِي غُرْفَةُ الجُلُوْسِ وَهُوَ يَجْلِسُ خَلْفَ الطَّاوِلَةِ يَسْتَمِعُ إِلَى الرَّادِيُوIni kakeknya di ruang keluarga sedang duduk di belakang meja sedang mendengarkan radio. وَهَذِهِ جَدَّتُهُ فِي الحَمَّامِ وَهِيَ تَغْسِلُ المَلَابِسَIni neneknya di kamar mandi sedang mencuci pakaian. وَهَذَا أَحْمَدُ فِي غُرْفَةِ المَكْتَبَةِ وَهُوَ يَقْرَأُDan ini Ahmad di ruang buku sedang membaca. فِي الظُّهْرِ تُصَلِّي العَائِلَةُ ثُمَّ تَجْلِسُ حَوْلَ المَائِدَةِ وَتَتَنَاوَلُ الغَدَاءَPada siang hari keluarga tersebut melaksanakan shalat Zhuhur, kemudian duduk di sekeliling meja makan dan menyantap makan siang. Kosakata مُفْرَدَاتٌ Kata-Kata Kerja الأَفْعَالُ سَكَنَ - يَسْكُنُ Tinggal. عَمِلَ - يَعْمَلُ Bekerja. غَسَلَ - يَغْسِلُ Mencuci. أَعَدَّ - يُعِدُّ Menyiapkan. نَظَّفَ - يُنَظِّفُ Membersihkan. اِسْتَمَعَ - يَسْتَمِعُ Mendengarkan. غَسَلَ - يَغْسِلُ Mencuci. قَرَأَ - يَقْرَأُ Membaca. صَلَّى - يُصَلِّي Shalat. جَلَسَ - يَجْلِسُ Duduk. تَنَاوَلَ - يَتْنَاوَلُ Menyantap/Mengkonsumsi. Kata-Kata Benda الأَسْمَاءُ عَائِلَةٌ جـ عَائِلَاتٌ Keluarga. بَيْتٌ جـ بُيُوْتٌ Rumah. كَبِيْرٌ / كَبِيْرَةٌ Besar. نَشِيْطٌ / نَشِيْطَةٌ Rajin. كَثِيْرٌ / كَثِيْرَةٌ Banyak. وَالِدٌ جـ وَالِدُوْنَ Ayah/Bapak. حَدِيْقَةٌ جـ حَدَائِقُ Taman/Kebun. سَيَّارَةٌ جـ سَيَّارَاتٌ Mobil. وَالِدَةٌ جـ وَالِدَاتٌ Ibu. مَطْبَخٌ جـ مَطَابِخُ Dapur. طَعَامٌ جـ أَطْعِمَةٌ Makanan. غَدَاءٌ Makan siang. أُخْتٌ جـ أَخَوَاتٌ Saudari. غُرْفَةٌ جـ غُرَفٌ Ruangan. مَائِدَةٌ جـ مَوَائِدُ Meja Makan. جَدٌّ جـ أَجْدَادٌ Kakek. غُرْفَةُ الجُلُوْسِ Ruang Keluarga. خَلْفَ Di belakang. طَاوِلَةٌ جـ طَاوِلَاتٌ Meja. رَادِيُو Radio. جَدَّةٌ جـ جَدَّاتٌ Nenek. حَمَّامٌ جـ حَمَّامَاتٌ Kamar Mandi. مَلْبَسٌ جـ مَلَابِسُ Pakaian. مَكْتَبَةٌ جـ مَكْتَبَاتٌ Perpustakaan. الظُّهْرُ Zhuhur. حَوْلَ Di Sekeliling. Cerita Kedua القِصَّةُ الثَّانِيَةُ حَضَرَتْ عَائِشَةُ مُبَكِّرَةً مِنَ المَدْرَسَةِ ، ذَهَبَتْ أَوَّلًا إِلَى غُرْفَةِ وِالِدَتِهَا وَسَأَلَتْهَا كَيْفَ أَنْتِ الآنَ يَا وَالِدَتِي ؟Aisyah pulang dari sekolah lebih awal, yang pertama ia lakukan adalah pergi ke kamar ibunya dan bertanya Bagaimana kabarmu wahai ibunda? أَجَابَتْ وَالِدَتُهَا الحَمْدُ ِللهِ أَنَا الآنَ بِخَيْرٍ يَا ابْنَتِيIa menjawab Alhamdulillah aku baik anakku. أَحْضَرَتْ عَائِشَةُ الدَّوَاءَ وَالمَاءَ وَقَالَتْ تَفَضَّلِي يَا وَالِدَتِي ، تَنَاوَلِي الدَّوَاءَ وَاشْرَبِي المَاءَ ثُمَّ اسْتَرِيْحِي وَلَا تَتْعَبِي ، سَأُعِدُّ طَعَامَ الغَدَاءِAisyah membawakan obat dan air lalu berkata Silahkan ibuku, minumlah obat dan air ini, kemudian istirahatlah dan jangan kecapaian, aku akan menyiapkan makan siang. ذَهَبَتْ عَائِشَةُ إِلَى غُرْفَتِهَا ، خَلَعَتْ مَلَابِسَ المَدْرَسَةِ وَارْتَدَتْ مَلَابِسَ البَيْتِ ، ثُمَّ دَخَلَتْ المَطْبَخَ وَأَعَدَّتْ طَعَامَ الغَدَاءِAisyah pergi ke kamar, melepas pakaian sekolahnya dan mengenakan baju rumah, kemudian masuk ke dapur dan menyiapkan makan siang. وَضَعَتْ عَائِشَةُ الغَدَاءَ عَلَى المَائِدَةِ وَنَادَتْ الغَدَاءُ جَاهِزٌ عَلَى المَائِدَةِAisyah meletakkan makan siang di meja makan dan memanggil Makan siang telah tersedia di meja makan. حَضَرَ وَالِدُ عَائِشَةَ وَأَخُوْهَا الكَبِيْرُ وَأُخْتُهَا الصَّغِيْرَةُ ، ثُمَّ تَنَاوَلُوا الغَدَاءَ وَشَكَرُوا عَائِشَةَDatanglah ayah, kakak lk dan adik perempuannya, lalu mereka menyantap makan siang dan berterima kasih kepada Aisyah. Kosakata مُفْرَدَاتٌ Kata-Kata Kerja الأَفْعَالُ حَضَرَ - يَحْضُرُ Hadir/Tiba. ذَهَبَ - يَذْهَبُ Pergi. سَأَلَ - يَسْأَلُ Bertanya. أَجَابَ - يُجِيْبُ Menjawab. أَحْضَرَ - يُحْضِرُ Membawa. تَنَاوَلَ – يَتَنَاوَلُ Makan/Minum. شَرِبَ - يَشْرَبُ Minum. خَلَعَ - يَخْلَعُ Melepas. اِرْتَدَى - يَرْتَدِي Memakai. دَخَلَ - يَدْخُلُ Masuk. اِسْتَرَاحَ - يَسْتَرِيْحُ Istirahat. تَعِبَ - يَتْعَبُ Lelah. أَعَدَّ - يُعِدُّ Menyiapkan. وَضَعَ - يَضَعُ Meletakkan. نَادَى - يُنَادِي Memanggil. شَكَرَ - يَشْكُرُ Berterima kasih. Kata-Kata Benda الأَسْمَاءُ مُبَكِّرٌ / مُبَكِّرَةٌ Pagi-pagi/Lebih cepat. مَدْرَسَةٌ - مَدَارِسُ Sekolah. أَوَّلًا Pertama-tama. غُرْفَةٌ جـ غُرَفٌ Kamar. وَالِدَةٌ جـ وَالِدَاتٌ Ibu. كَيْفَ Bagaimana. الآنَ Sekarang. بِخَيْرٍ Dalam keadaan baik. بِنْتٌ جـ بناتٌ Putri. دَوَاءٌ جـ أَدْوِيَةٌ Obat. مَاءٌ جـ مِيَاهٌ Air. طَعَامٌ جـ أَطْعِمَةٌ Makanan. غَدَاءٌ Makan siang. مَلْبَسٌ جـ مَلَابِسُ Pakaian. بَيْتٌ جـ بُيُوْتٌ Rumah. مَطْبَخٌ جـ مَطَابِخُ Dapur. مَائِدَةٌ جـ مَوَائِدُ Meja makan. جَاهِزٌ / جَاهِزَةٌ Siap/Tersedia. وَالِدٌ جـ وَالِدُوْنَ Ayah. أَخٌ جـ إِخْوَةٌ Saudara. كَبِيْرٌ / كَبِيْرَةٌ Besar. أُخْتٌ جـ أَخَوَاتٌ Saudari. صَغِيْرٌ / صَغِيْرَةٌ Kecil. Demikian 2 contoh cerita bahasa Arab tentang keluarga الأُسْرَةُ dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Jika Anda ingin request materi tertentu supaya diposting di blog ini, silahkan ajukan melalui kolom komentar di bawah ini. Semoga postingan di atas bisa diambil faedah dan manfaatnya. Kurang lebihnya mohon dimaafkan, dan terima kasih atas kunjunganya, wa jazaakumullahu khairan. Sahabat Kamus Mufradat yang semoga selalu dalam lindungan Allah -ta'ala-. Kisah atau cerita dalam bahasa Arab disebut qishshah قِصَّةُ جـ قَصَصٌ , adapun dongeng disebut hikayah حِكَايَةُ جـ حِكَايَاتٌ . Dahulu ketika masih belajar di pesantren, ada satu mata pelajaran yang dikhususkan untuk melatih kecakapan membaca مَهَارَةُ القِرَاءَةِ , yaitu pelajaran Muthala'ah. Materinya berisi mulai dari cerita pendek hingga yang panjang, tentunya dengan tema yang berbeda-beda. Santri ingin dibiasakan untuk membaca tulisan bahasa Arab, mendapatkan tambahan mufradat, dan di sisi lain santri bisa mendapatkan hiburan dengan cerita-cerita tersebut. Tidak hanya hiburan saja, ada banyak hikmah yang bisa diambil dari kisah-kisah tersebut. Di bawah ini, ada 6 cerita pendek dalam bahasa Arab yang saya ambil sebuah situs, dan 1 lagi dari web lain. Selamat membaca. 1 Cerita Pendek Terbaik ،شَكَا رَجُلٌ إِلَى طِبِيْبٍ وَجَعاً فِي بَطْنِهِ فَقَالَ الطَّبِيْبُ مَا الَّذِي أَكَلْتَ؟ ،قَالَ أَكَلْت رَغِيْفاً مُحْتَرِقًا ،فَدَعَا الطَّبِيْبُ بِكُحْلٍ لُيُكَحِّلَ المَرِيْض فَقَالَ المَرِيْضُ إِنَّمَا أَشْتَكِي وَجَعاً فِي بَطْنِي لَا فِي عَيْنِيقَالَ الطَّبِيْبُ قَدْ عَرَفْتُ، وَلَكِنْ أُكَحِّلُك !لِتُبْصِرَالمُحْتَرِقَ، فَلَا تَأْكُلْهُ Seorang pria mengeluhkan rasa nyeri di perutnya kepada dokter. Dokter bertanya, "Apa yang telah kamu makan?" Pasien menjawab, "Aku makan roti gosong." Lalu dokter minta diambilkan celak untuk mencelaki si pasien. Sontak pasien berkata,"Aku mengeluhkan nyeri di perutku, bukan di mataku." Dokter pun menimpali, "Iya, aku sudah tahu. Aku mencelakimu agar kamu bisa melihat sesuatu yang gosong, jangan dimakan!". Mufradat Kata Benda [ رَجُلٌ جـ رِجَالٌ ] pria/lelaki. [ طَبِيْبٌ جـ أَطِبَّاءٌ ] dokter. [ وَجَعٌ جـ أَوْجَاعٌ ] rasa sakit/nyeri. [ بَطْنٌ جـ بُطُوْنٌ ] perut. [ رَغِيْفٌ جـ أَرْغِفَةٌ ] adonan roti. [ مُحْتَرِقٌ ] yang terbakar. [ كُحْلٌ جـ أَكْحَالٌ ] celak mata. [ مَرِيْضٌ جـ مَرْضَى ] orang sakit/pasien. [ عَيْنٌ جـ عُيُوْنٌ ] mata. Kata Kerja [ شَكَا - يَشْكُو ] Mengeluh/Mengadu. [ قَالَ - يَقُوْلُ ] Berkata. [ أَكَلَ - يَأْكُلُ ] Makan. [ دَعَا - يَدْعُو ] Memanggil. [ كَحَّلَ - يُكَحِّلُ ] Mencelaki. [ اِشْتَكَى - يَشْتَكِي ] Mengeluhkan. [ عَرَفَ - يَعْرِفُ ] Mengetahui. [ أَبْصَرَ - يُبْصِرُ ] Melihat. 2 Juha dan Pengemis ْكَانَ جُحَا فِي الطَّابَقِ العُلْوِيِّ مِنْ مَنْزِلِهِ، فَطَرَقَ بَابَهُ أَحَدُ الأَشْخَاصِ، فَأَطَلَّ مِن َالشُّبَّاكِ فَرَأَى رَجُلًا، فَقَالَ مَاذَا تُرِيْدُ؟ قَالَ اِنْزِلْ إِلَى أَسْفَلَ لِأُكَلِّمُكَ، فَنَزَلَ جُحَا، فَقَال الرَّجُلُ أَنَا فَقِيْرُ الحَالِ، وَأُرِيْدُ حَسَنَةً يَا سَيِّدِي، فَاغْتَاظَ جُحَا مِنْهُ، وَلَكِنَّهُ كَتَمَ غَيْظَهُ، ِوَقَالَ لَهُ اِتْبَعْنِي. صَعِدَ جُحَا إِلَى أَعْلَى البَيْتَ وَالرَّجُلُ يَتْبَعُهُ، فَلَمَّا وَصَلَا إِلَى الطَّابَق العُلْوِيِّ، اِلْتَفَتَ جُحَا إِلَى السَّائِلِ، وَقَالَ لَهُ اللهُ يُعْطِيْكَ، فَأَجَابَهُ الفَقِيْرُ وِلِمَاذَا لَمْ تَقُل لِي ذَلِكَ وَنَحْنُ فِي الأَسْفَلِ؟ فَقَالَ جُحَا وَأَنْتَ لِمَاذَا أَنْزَلْتَنِي، وَلَمْ تَقُلْ لِي وَأَنَا فَوْق مَا طَلَبُكَ؟ Saat Juha sedang berada di lantai atas rumahnya, ada orang mengetuk pintu. Ia melihat seorang pria, dan berkata, "Apa yang kamu inginkan?" Pria itu menjawab, "Turunlah ke bawah, supaya aku bisa berbicara langsung denganmu." Setelah Juha turun, pria itu berkata, "Aku adalah orang fakir, dan berharap kebaikanmu." Mendengar itu Juha marah, tapi ia menyembunyikannya, lalu berkata kepadanya, "Ikutilah aku!" Juha pun naik dan pria tersebut mengikuti. Ketika sampai di lantai atas, Juha menoleh ke pengemis dan berkata, "Semoga Allah memberimu." Si fakir menjawab, "Mengapa kamu tidak mengatakannya kepadaku ketika kita masih berada di bawah?" Juha membalas, "Dan kamu, mengapa menyuruhku turun dan tidak mengatakan apa hajatmu ketika aku masih di atas?" Baca juga 3 Cerita Juha Dalam Bahasa Arab dan Artinya. 3 Gandhi dan Sepatu يُحْكَى أَنَّ غَانْدِي كَانَ يَجْرِي بِسُرْعَةٍ لِيَلْحَقَ بِالقِطَارِ، وَقَدْ بَدَأَ القِطَارُ بِالسَّيْرِ، وَلَدَى صُعُوْدِهِ عَلَى مَتْنِ القِطَارِ سَقَطَتْ مِنْ قَدَمِهِ إِحْدَى فَرْدَتَي حِذَائِهِ، فَمَا كَانَ مِنْهُ إِلَّا أَن خَلَعَ الفَرْدَةَ الثَّانِيَةَ، وِبِسُرْعَةٍ رَمَاهَا بِجِوَارِالفَرْدَةِ الأَوْلَى عَلَى سِكَّةِ القِطَارِ، فَتَعَجَّب أَصْدِقَاؤُهُ وَسَأَلُوْهُ مَا حَمَلَكَ عَلَى مَا فَعَلْتَ؟ وَلِمَاذَا رَمَيْتَ فَرْدَةَ الحِذَاءِ الأُخْرَى؟ فَقَالَ غَانْدِي الحَكِيْمُ أَحْبَبْتُ لِلْفَقِيْرِ الَّذِي يَجِدُ الحِذَاءَ أَنْ يَجِدَ فَرْدَتَيْنِ، فَيَسْتَطِيْع الاِنْتِفَاعَ بِهِمِا، فَلَوْ وَجَدَ فَرْدَةً وَاحِدَةً فَلَنْ تُفِيْدَهُ، وَلَنْ أَسْتَفِيْدَ أَنَا مِنْهَا أَيْضاً Alkisah, Gandhi berlari mengejar kereta yang sudah beranjak meninggalkan stasiun. Saat menaiki kereta, salah satu sepatunya terjatuh. Ia segera melepas sepatu yang sebelah dan melemparkannya ke dekat sepatu yang jatuh terlebih dahulu. Teman-temannya heran dan bertanya, "Apa motifasimu melakukan hal tersebut? Mengapa kamu melemparkan sepatu yang sebelah?" Gandhi yang bijak menjawab, "Aku ingin seorang fakir yang menemukannya mendapatkan sepasang sepatu agar ia bisa menggunakannya. Bila ia hanya menamukan sebelah, itu tak bermanfaat baginya, begitu pula aku yang hanya memiliki satu sepatu saja." Rekomendasi Cerita Bahasa Arab Tentang Desa dan Artinya. 4 Si Pendengki dan Si Pelit وَقَفَ حَسُوْدٌ وَبَخِيْلٌ بَيْنَ يَدَي أَحَدِ المُلُوْكِ، فَقَالَ لَهُمَا تَمَنَّيَا مِنِّي مَا تُرِيْدَانِ، فَإِنِّي سَأُعْطِي الثَّانِي ضِعْفَ مَا يَطْلُبُهُ الأَوَّلُ. فَصَارَ أَحَدُهُمَا يَقُوْلُ لِلآخَرِ أَنْتَ أَوَّلاً، فَتَشَاجَرَا طَوِيْلاً، وَكَانَ كُلٌّ مِنْهُمَا يَخْشَى أَنْ يَتَمَنَّى أَوَّلاً، لِئَلَّا يُصِيْبُ الآخَرُ ضِعْفَ مَا يُصِيْبُهُ، فَقَالَ المَلِكُ إِنْ لَمْ تَفْعَلَا مَا آمُرُكُمَا قَطَعْتُ رَأْسَيْكُمَا. فَقَالَ الحَسُوْدُ يَا مَوْلَايَ اِقْلَعْ إِحْدَى عَيْنَيَّ Si Pendengki dan Si Pelit berdiri di hadapan seorang raja. Raja berkata, "Berangan-anganlah apa yang kalian inginkan, aku akan memberi orang kedua dua kali lipat dari yang diminta orang pertama." Kedua-duanya saling berkata, "Kamu duluan... kamu duluan!" Mereka pun bertikai lama. Masing-masing khawatir berangan-angan lebih dahulu, jangan sampai yang kedua mendapatkan dua kali lipat dari apa yang ia dapatkan. Lalu raja berkata, "Jika kalian tidak melakukan apa yang kuperintahkan, aku akan memenggal kepala kalian berdua." Akhirnya berkatalah Si Pendengki, "Wahai tuanku, congkellah salah satu mataku!" Mufradat Kata Benda [ حَسُوْدٌ جـ حُسُدٌ ] Si Pendengki. [ بَخِيْلٌ جـ بُخَلَاءٌ ] Si pelit. [ بَيْنَ ] Diantara. [ يَدٌ جـ أَيْدٍ ] Tangan, yang dimaksud kedua tangan seseorang adalah di hadapannya. [ أَحَدٌ ] Seseorang. [ مَلِكٌ جـ مُلُوْكٌ ] Raja. [ الثَّانِي ] Orang kedua. [ ضِعْفٌ ] Kelipatan/Lipat ganda. [ الأَوَّلُ ] Orang pertama. [ آخَرٌ جـ آخَرُوْنَ ] Orang lain. [ أَوَّلًا ] Lebih awal/Lebih dahulu. [ طَوِيْلٌ ] Lama. [ كُلٌّ ] Jika كُلُّ bertemu dengan kata nakirah tanpa alif lam ال , maka diartikan setiap. [ رَأْسٌ جـ رُؤُوْسٌ ] Kepala. [ إِحْدَى] Satu/Salah satu, tapi untuk muannats. [ عَيْنٌ جـ أَعْيُنٌ ] Mata. Kata Kerja [ وَقَفَ - يَقِفُ ] Berdiri. [ قَالَ - يَقُوْلُ ] Berkata. [ تَمَنَّى - يَتَمَنَّى ] Berharap/Berangan-angan. [ أَرَادَ - يُرِيْدُ ] Ingin. [ أَعْطَى - يُعْطِي ] Memberi. [ طَلَبَ - يَطْلُبُ ] Meminta. [ صَارَ - يَصِيْرُ ] Menjadi. [ تَشَاجَرَ - يَتَشَاجَرُ ] Bertikai/Berkelahi. [ خَشِيَ - يَخْشَى ] Takut/Khawatir. [ ُأَصَابَ - يُصِيْب ] Mendapatkan/Menimpa. [ فَعَلَ - يَفْعَلُ ] Mengerjakan. [ قَطَعَ - يَقْطَعُ ] Memotong. [ قَلَعَ - يَقْلَعُ ] Mencongkel. 5 Raja dan Sendal يُحْكَى أَنَّ مَلِكًا كَانَ يَحْكُمُ دَوْلَةً وَاسِعَةً جِدًّا Dikisahkan ada seorang raja yang menguasai sebuah negeri yang sangat luas... وَأَرَادَ هَذَا المَلِكُ يَوْمًا مَا القِيَامَ بِرِحْلَةٍ بَرِّيَّةٍ طَوِيْلَةٍ Suatu hari sang raja ingin melakukan perjalanan darat yang panjang... وَخِلَالَ عَوْدَتِهِ وَجَدَ أَنَّ أَقْدَامَهُ تَوَرَّمَتْ بِسَبَبِ المَشْيِ فِي الطُّرُقِ الوَعِرَةِ Dan selama perjalanan pulang ia mendapati kedua telapak kakinya bengkak, disebabkan jalanan yang terjal... فَأَصْدَرَ مَرْسُوْمًا يَقْضِي بِتَغْطِيَةِ كُلَّ شَوِارِعِ مَدِيْنَتِهِ بِالجِلْدِ Lalu ia mengeluarkan keputusan yang berisi perintah untuk memberikan alas setiap jalan-jalan yang ada di kota dengan kulit... وَلَكِنَّ أَحَدَ مُسْتَشَارِيْهِ أَشَارَ عَلَيْهِ بِرَأْيٍ أَفْضَلَ Akan tetapi salah satu penasehatnya memberikan pendapat lebih baik... وَهُوَ عَمَلُ قِطْعَةِ جِلْدٍ صَغِيْرَةٍ تَحَتَ قَدَمَيِ المَلِكِ فَقَطْ Yaitu meletakkan sepotong kulit di bawah kedua telapak kaki raja saja... فَكَانَتْ هَذِهِ بِدَايَةَ نَعْلِ الأَحْذِيَةِ Dan ini adalah awal mula penggunaan sendal dan sepatu... 6 Ahli Nahwu dan Pelaut رَكِبَ نَحْوِيٌّ سَفِيْنَةً فَقَالَ لِلمَلَّاحِ أَتَعْرِفُ النَّحْوَ ؟Seorang ahli Nahwu menaiki sebuah kapal, ia berkata kepada seorang pelaut “Apakah kamu mengerti Nahwu?” . قَالَ لَاIa menjawab, “Tidak.” . قَالَ ذَهَبَ نِصْفُ عُمْرِكَAhli Nahwu menimpali, “Separuh hidupmu melayang.” فَهَاجَتْ الرِّيْحُ وَاضْطَرَبَتْ السَّفِيْنَةُ فَقَالَ الـمَلَّاحُ أَتَعْرِفُ السِّبَاحَةَ ؟Tidak lama setelah itu badai bergejolak dan kapal bergoyang, lalu si Pelaut berkata kepada ahli Nahwu, “Apakah kamu bisa berenang?” . قَالَ لَاIa menjawab, “Tidak.” . قَالَ ذَهَبَ كُلُّ عُمْرِكَSi Pelaut menimpali, “Seluruh hidupmu telah melayang.” 7 Dirham dan Awan Update فِي يَوْمٍ مِنَ الأَيَّامِ ذَهَبَ رَجُلٌ إِلَى الصَّحْرَاءِPada suatu hari ada seorang laki-laki pergi ke padang يَـحْفِرُ بِـهَا وَكَأَنَّهُ يَبْحَثُ عَنْ شَيْءٍ مَاDi sana dia terus berusaha menggali-gali seakan sedang mencari مَرَّ بِهِ رَجُلٌ آخَرَ وَسَأَلَهُ عَنْ مَاذَا يَفْعَلُKemudian ada orang lain yang melewatinya dan menanyakan apa yang sedang ia الرَّجُلُ أَنَّهُ قَامَ بِدَفْنِ بَعْضِ الدَّرَاهِمِ فِي الصَّحْرَاءِ لَكِنَّهُ لَـمْ يَـجِدْهَاOrang itu menjawab bahwa ia pernah mengubur beberapa dirham di padang pasir, akan tetapi ia belum dapat menemukannya لَهُ الرَّجُلُ الآخَرُ لِـمَاذَا لَـمْ تَقُمْ بِوَضْعِ عَلَامَةٍ لِكَي تُـحَدِّدُ مَكَانَـهَا ؟Lalu orang lain itu bertanya lagi kepadanya, “mengapa engkau tidak meletakkan suatu tanda untuk memastikan lokasinya?”فَرَدَّ الرَّجُلُ وَقَالَ أَنَّهُ كَانَ يُـحَدِّدُهَا بِعَلَامَةٍ وَلَكِنَّهَا اخْتَفَتْOrang itu menjawab dan mengatakan bahwa itu sudah menandainya namun tanda itu hilang."فَسَأَلَهُ الرَّجُلُ الآخَرُ عَنْ العَلَامَةِ ، فَقَالَ لَهُ "غَيْمَةٌ فِي السَّمَاءِLalu orang itu bertanya tentang tandanya, dan ia menjawab “sebuah awan di langit”. MufradatFi’il Kata Kerja[ذَهَبَ - يَذْهَبُ] Pergi[ظَلَّ - يَظَلُّ] Senantiasa[حَفَرَ - يَحْفِرُ] Menggali[بَحَثَ – يَبْحَثُ عَنْ] Mencari[مَرَّ – يَمُرُّ بِـ] Melewati[سَأَلَ – يَسْأَلُ] Bertanya[فَعَلَ - يَفْعَلُ] Mengerjakan[قَالَ – يَقُوْلُ لِـ] Berkata[قَامَ – يَقُوْمُ بِـ] Melakukan sesuatu[وَجَدَ - يَجِدُ] Menemukan[حَدَّدَ - يُحَدِّدُ] Menentukan[رَدَّ - يَرُدُّ] Membalas/menjawab[اخْتَفَى - يَخْتَفِي] Bersembunyi/HilangIsim Kata BendaHari [يَوْمٌ جـ أَيَّامٌ]Laki-laki [رَجُلٌ جـ رِجَالٌ]Padang Pasir [صَحْرَاءُ جـ صَحَارٍ]Sesuatu [شَيْءٌ جـ أَشْيَاءٌ]Lain [آخَرُ]Mengubur [دَفْنٌ]Dirham [دِرْهَمٌ جـ دَرَاهِمُ]Meletakkan [وَضْعٌ]Tanda [عَلَامَةٌ جـ عَلَامَاتٌ]Tempat [مَكَانٌ جـ أَمْكِنَةٌ]Awan/Mendung [غَيْمَةٌ جـ غَيْمٌ]Langit [سَمَاءٌ جـ سَمَوَاتٌ] Demikian 7 cerita pendek dalam bahasa arab beserta artinya. Semoga apa yang saya tulis bisa memberikan manfaat kepada Anda, baik dari segi ilmu bahasa mapun hikmah dan hiburannya. Kurang lebihnya mohon maaf, dan terima kasih atas kunjungannya, wa jazaakumullahu khairan. Cerpen Bahasa Arab – Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas makalah tentang Cerpen Bahasa Arab lengkap dengan artinya. Pada pembahasan dibawah ini, ada 6 buah cerpen berbahasa Arab yang jenaka yang bisa menghibur kita semua sekaligus untuk belajar. Untuk itu, mari langsung saja kita simak ulasannya dibawah berikut ini ! 1. Cerita Pendek Terbaik ،شَكَا رَجُلٌ إِلَى طِبِيْبٍ وَجَعاً فِي بَطْنِهِفَقَالَ الطَّبِيْبُ مَا الَّذِي أَكَلْتَ؟،قَالَ أَكَلْت رَغِيْفاً مُحْتَرِقًا،فَدَعَا الطَّبِيْبُ بِكُحْلٍ لُيُكَحِّلَ المَرِيْضفَقَالَ المَرِيْضُ إِنَّمَا أَشْتَكِي وَجَعاً فِي بَطْنِي لَا فِي عَيْنِيقَالَ الطَّبِيْبُ قَدْ عَرَفْتُ، وَلَكِنْ أُكَحِّلُك!لِتُبْصِرَالمُحْتَرِقَ، فَلَا تَأْكُلْهُ Artinya Seorang pria mengeluhkan rasa nyeri di perutnya kepada bertanya, “Apa yang telah kamu makan?”Pasien menjawab, “Aku makan roti gosong.” Lalu dokter minta diambilkan celak untuk mencelaki si pasien berkata,“Aku mengeluhkan nyeri di perutku, bukan di mataku.”Dokter pun menimpali, “Iya, aku sudah tahu. Aku mencelakimu agar kamu bisa melihat sesuatu yang gosong, jangan dimakan!”. 2. Juha dan Pengemis ْكَانَ جُحَا فِي الطَّابَقِ العُلْوِيِّ مِنْ مَنْزِلِهِ، فَطَرَقَ بَابَهُ أَحَدُ الأَشْخَاصِ، فَأَطَلَّ مِن َالشُّبَّاكِ فَرَأَى رَجُلًا، فَقَالَ مَاذَا تُرِيْدُ؟ قَالَ اِنْزِلْ إِلَى أَسْفَلَ لِأُكَلِّمُكَ، فَنَزَلَ جُحَا، فَقَال الرَّجُلُ أَنَا فَقِيْرُ الحَالِ، وَأُرِيْدُ حَسَنَةً يَا سَيِّدِي، فَاغْتَاظَ جُحَا مِنْهُ، وَلَكِنَّهُ كَتَمَ غَيْظَهُ، ِوَقَالَ لَهُ اِتْبَعْنِي. صَعِدَ جُحَا إِلَى أَعْلَى البَيْتَ وَالرَّجُلُ يَتْبَعُهُ، فَلَمَّا وَصَلَا إِلَى الطَّابَق العُلْوِيِّ، اِلْتَفَتَ جُحَا إِلَى السَّائِلِ، وَقَالَ لَهُ اللهُ يُعْطِيْكَ، فَأَجَابَهُ الفَقِيْرُ وِلِمَاذَا لَمْ تَقُل لِي ذَلِكَ وَنَحْنُ فِي الأَسْفَلِ؟ فَقَالَ جُحَا وَأَنْتَ لِمَاذَا أَنْزَلْتَنِي، وَلَمْ تَقُلْ لِي وَأَنَا فَوْق مَا طَلَبُكَ؟ Atinya Saat Juha sedang berada di lantai atas rumahnya, ada orang mengetuk pintu. Ia melihat seorang pria, dan berkata, “Apa yang kamu inginkan?” Pria itu menjawab, “Turunlah ke bawah, supaya aku bisa berbicara langsung denganmu.” Setelah Juha turun, pria itu berkata, “Aku adalah orang fakir, dan berharap kebaikanmu.”Mendengar itu Juha marah, tapi ia menyembunyikannya, lalu berkata kepadanya, “Ikutilah aku!” Juha pun naik dan pria tersebut mengikuti. Ketika sampai di lantai atas, Juha menoleh ke pengemis dan berkata, “Semoga Allah memberimu.” Si fakir menjawab, “Mengapa kamu tidak mengatakannya kepadaku ketika kita masih berada di bawah?” Juha membalas, “Dan kamu, mengapa menyuruhku turun dan tidak mengatakan apa hajatmu ketika aku masih di atas?” Baca Percakapan Bahasa Arab 3. Gandhi dan Sepatu يُحْكَى أَنَّ غَانْدِي كَانَ يَجْرِي بِسُرْعَةٍ لِيَلْحَقَ بِالقِطَارِ، وَقَدْ بَدَأَ القِطَارُ بِالسَّيْرِ، وَلَدَى صُعُوْدِهِ عَلَى مَتْنِ القِطَارِ سَقَطَتْ مِنْ قَدَمِهِ إِحْدَى فَرْدَتَي حِذَائِهِ، فَمَا كَانَ مِنْهُ إِلَّا أَن خَلَعَ الفَرْدَةَ الثَّانِيَةَ، وِبِسُرْعَةٍ رَمَاهَا بِجِوَارِالفَرْدَةِ الأَوْلَى عَلَى سِكَّةِ القِطَارِ، فَتَعَجَّب أَصْدِقَاؤُهُ وَسَأَلُوْهُ مَا حَمَلَكَ عَلَى مَا فَعَلْتَ؟ وَلِمَاذَا رَمَيْتَ فَرْدَةَ الحِذَاءِ الأُخْرَى؟ فَقَالَ غَانْدِي الحَكِيْمُ أَحْبَبْتُ لِلْفَقِيْرِ الَّذِي يَجِدُ الحِذَاءَ أَنْ يَجِدَ فَرْدَتَيْنِ، فَيَسْتَطِيْع الاِنْتِفَاعَ بِهِمِا، فَلَوْ وَجَدَ فَرْدَةً وَاحِدَةً فَلَنْ تُفِيْدَهُ، وَلَنْ أَسْتَفِيْدَ أَنَا مِنْهَا أَيْضاً Artinya Alkisah, Gandhi berlari mengejar kereta yang sudah beranjak meninggalkan stasiun. Saat menaiki kereta, salah satu sepatunya terjatuh. Ia segera melepas sepatu yang sebelah dan melemparkannya ke dekat sepatu yang jatuh terlebih dahulu. Teman-temannya heran dan bertanya, “Apa motifasimu melakukan hal tersebut? Mengapa kamu melemparkan sepatu yang sebelah?” Gandhi yang bijak menjawab, “Aku ingin seorang fakir yang menemukannya mendapatkan sepasang sepatu agar ia bisa menggunakannya. Bila ia hanya menamukan sebelah, itu tak bermanfaat baginya, begitu pula aku yang hanya memiliki satu sepatu saja.” 4. Si Pendengki dan Si Pelit وَقَفَ حَسُوْدٌ وَبَخِيْلٌ بَيْنَ يَدَي أَحَدِ المُلُوْكِ، فَقَالَ لَهُمَا تَمَنَّيَا مِنِّي مَا تُرِيْدَانِ، فَإِنِّي سَأُعْطِي الثَّانِي ضِعْفَ مَا يَطْلُبُهُ الأَوَّلُ. فَصَارَ أَحَدُهُمَا يَقُوْلُ لِلآخَرِ أَنْتَ أَوَّلاً، فَتَشَاجَرَا طَوِيْلاً، وَكَانَ كُلٌّ مِنْهُمَا يَخْشَى أَنْ يَتَمَنَّى أَوَّلاً، لِئَلَّا يُصِيْبُ الآخَرُ ضِعْفَ مَا يُصِيْبُهُ، فَقَالَ المَلِكُ إِنْ لَمْ تَفْعَلَا مَا آمُرُكُمَا قَطَعْتُ رَأْسَيْكُمَا. فَقَالَ الحَسُوْدُ يَا مَوْلَايَ اِقْلَعْ إِحْدَى عَيْنَيَّ Artinya Si Pendengki dan Si Pelit berdiri di hadapan seorang raja. Raja berkata, “Berangan-anganlah apa yang kalian inginkan, aku akan memberi orang kedua dua kali lipat dari yang diminta orang pertama.” Kedua-duanya saling berkata, “Kamu duluan… kamu duluan!” Mereka pun bertikai lama. Masing-masing khawatir berangan-angan lebih dahulu, jangan sampai yang kedua mendapatkan dua kali lipat dari apa yang ia dapatkan. Lalu raja berkata, “Jika kalian tidak melakukan apa yang kuperintahkan, aku akan memenggal kepala kalian berdua.” Akhirnya berkatalah Si Pendengki, “Wahai tuanku, congkellah salah satu mataku!” 5. Raja dan Sendal يُحْكَى أَنَّ مَلِكًا كَانَ يَحْكُمُ دَوْلَةً وَاسِعَةً جِدًّا وَأَرَادَ هَذَا المَلِكُ يَوْمًا مَا القِيَامَ بِرِحْلَةٍ بَرِّيَّةٍ طَوِيْلَةٍ وَخِلَالَ عَوْدَتِهِ وَجَدَ أَنَّ أَقْدَامَهُ تَوَرَّمَتْ بِسَبَبِ المَشْيِ فِي الطُّرُقِ الوَعِرَةِ فَأَصْدَرَ مَرْسُوْمًا يَقْضِي بِتَغْطِيَةِ كُلَّ شَوِارِعِ مَدِيْنَتِهِ بِالجِلْدِ وَلَكِنَّ أَحَدَ مُسْتَشَارِيْهِ أَشَارَ عَلَيْهِ بِرَأْيٍ أَفْضَلَA وَهُوَ عَمَلُ قِطْعَةِ جِلْدٍ صَغِيْرَةٍ تَحَتَ قَدَمَيِ المَلِكِ فَقَطْ فَكَانَتْ هَذِهِ بِدَايَةَ نَعْلِ الأَحْذِيَةِ Artinya Dikisahkan ada seorang raja yang menguasai sebuah negeri yang sangat luas…Suatu hari sang raja ingin melakukan perjalanan darat yang panjang…Dan selama perjalanan pulang ia mendapati kedua telapak kakinya bengkak, disebabkan jalanan yang terjal…Lalu ia mengeluarkan keputusan yang berisi perintah untuk memberikan alas setiap jalan-jalan yang ada di kota dengan kulit…Akan tetapi salah satu penasehatnya memberikan pendapat lebih baik…Yaitu meletakkan sepotong kulit di bawah kedua telapak kaki raja saja…Dan ini adalah awal mula penggunaan sendal dan sepatu… Baca Bahasa Arab Cita – Cita 6. Ahli Nahwu dan Pelaut رَكِبَ نَحْوِيٌّ سَفِيْنَةً فَقَالَ لِلمَلَّاحِ أَتَعْرِفُ النَّحْوَ ؟ قَالَ لَا قَالَ ذَهَبَ نِصْفُ عُمْرِكَ وَاضْطَرَبَتْ السَّفِيْنَةُ فَقَالَ الـمَلَّاحُ أَتَعْرِفُ السِّبَاحَةَ ؟ فَهَاجَتْ الرِّيْحُ قَالَ لَا قَالَ ذَهَبَ كُلُّ عُمْرِكَ Artinya Seorang ahli Nahwu menaiki sebuah kapal, ia berkata kepada seorang pelaut “Apakah kamu mengerti Nahwu?”. Ia menjawab, “Tidak.”.Ahli Nahwu menimpali, “Separuh hidupmu melayang.”Tidak lama setelah itu badai bergejolak dan kapal bergoyang, lalu si Pelaut berkata kepada ahli Nahwu, “Apakah kamu bisa berenang?”. Ia menjawab, “Tidak.”. Si Pelaut menimpali, “Seluruh hidupmu telah melayang.” Sumber Demikianlah Pembahasan tentang Cerpen Bahasa Arab. Semoga bermanfaat …..

cerita bahasa arab beserta artinya