Ibn Kathir (may Allah have mercy on him) said: "In 'al-Lawh al-Mahfuz (the Preserved Tablet)' means, it is among the higher group (i.e., angels), preserved and protected from anything being added or taken away, or any alteration or changes." (Tafsir Ibn Kathir, 4/497, 498) Ibn al-Qayyim (may Allah have mercy on him) said:
Dalam sebagian kitab tafsir, Lauhul Mahfud itu diartikan sebagai dahi Isrofil atau dia adalah makhluk terbuat dari zambrut hijau, atau selain dari itu. Itu semua tidak ada ketetapannya. Perkara ini termasuk perkara gaib yang tidak dapat diyakini kecuali bersumber dari yang memberikan wahyu kepadanya.
Daun miliknya jatuh dari pohon ke Lembaran yang Terjaga (Lauh Mahfudz). Nama orang itu dihapus dari Lauuh Mahfuzh. Peristiwa ini terjadi 40 hari sebelum kematian yang sebenarnya orang itu. Kami diberi tahu 40 hari sebelum kematiannya yang akan datang.
Teks Jawaban: Alhamdulillah. 1. Ibnu Mandzur mengatakan, "Lauh' adalah alas lebar terbuat dari papan kayu. Azhari mengatakan, "Lauh adalah papan dari papan kayu. Dan papan kalau ditulis di dalamnya dinamakan 'Lauh'. Dan 'Lauhul Mahfudzz" sebagaimana terdapat dalam Al-Quran "Dalam Qur'an (yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh."
Maksudnya (bahwa Al-Quran) di tempat tertinggi dan terjaga dari adanya penambahan, pengurangan, penyelewengan dan penggantian. (Tafsir Ibnu Katsir, 4/497, 498) 3. Ibnu Qoyim rahimahullah mengatakan, "Ungkapan (Mahfudz/terjaga) kebanyakan ahli qiroat membacanya dengan jar sebagai sifat untuk lauh.
Dalam Al Qur'an, Lauhul Mahfudz disebutkan sebanyak 17 kali. Berikut tafsir Al Qur'an yang menyebutkan Lauhul Mahfudz: 1. Q.S. Al-An'aam : 59
BegCX.
daun di lauhul mahfudz