5 Menelaah Struktur Teks Persuasi 6. Menelaah Kaidah Kebahasaan Teks Persuasi 7. Menulis Teks Persuasif: a. Penyiapan Bujukan, Ajakan b. Memperhatikan Struktur dan Kaidah Teks Persuasi BAB 8: Drama-Drama Kehidupan 1. Mendalami Karakteristik Drama 2. Mendalami Unsur-Unsur Drama 3. Menafsirkan Kembali isi Drama 4. Memberikan Tanggapan untuk MateriPokok : C. Menelaah Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Drama. Alokasi Waktu : 2 x 40 menit . A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Guru perlu mengembangkan pemahaman siswa tentang struktur dan kaidah drama dengan mengerjakan latihan yang ada pada Kegiatan 8.6. Guru memfasilitasinya dengan memberikan sejumlah CMenelaah Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Drama Struktur Teks Drama a. Prolog merupakan pembukaan atau peristiwa pendahuluan dalam sebuah drama atau sandiwara. baian ini biasaya disampaikan oleh tukang cerita (dalang) utnuk menjelaskan gambaran para pemain, gambaran latar, dan sbagainya. b. Untukmembedakan teks persuasif dengan jenis teks lainnya, maka teks ini mempunyai beberapa ciri atau karakteristik yang khas seperti: 1. Menggunakan kaya yang bersifat ajakan. Sehingga ketika kalian membaca jenis teks ini akan menjumpai adanya kata seperti ayo, mari, hindarilah, lakukan, seharusnya, sebaiknya, jangan, dan yang lainnya. 2. Menelaahstruktur dan kaidah kebahasaan dari teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau Gebyar Pementasan Tari Kolosal Ariah Drama tari kolosal “Ariah” dipentaskan di area Monas. Pementasan tari kolosal ini dalam rangka hari jadi Kota Jakarta ke- 386. KD 3.2Menelaah struktur dan kaidah ContohSoal Bahasa Indonesia Materi Kaidah Kebahasaan Berita Kelas 8. Oleh Diposting pada 07/03/2021. Cermati kutipan teks berita berikut. Di dalamnya terdapat 10 contoh soal dan pembahasannya tentang teks berita. Untuk mengunduh File Gunakan tombol download dibawah ini. Pin Di Invonesia. DFHx. Menelaah Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Drama Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu Menelaah karakteristik stuktur dan kaidah kebahasaan dalam teks drama yang berbentuk naskah atau pentas. 1. Struktur Teks Drama Struktur drama yang berbentuk alur pada umumnya tersusun sebagai berikut. a. Prolog merupakan pembukaan atau peristiwa pendahuluan dalam sebuah drama atau sandiwara. Bagian ini biasanya disampaikan oleh tukang cerita dalang untuk menjelaskan gambaran para pemain, gambaran latar, dan sebagainya. b. Dialog merupakan media kiasan yang melibatkan tokoh-tokoh drama yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak manusia, problematika yang dihadapi, dan cara manusia dapat menyelesaikan persoalan hidupnya. Di dalam dialog tersaji urutan peristiwa yang dimulai dengan, orientasi, komplikasi, sampai dengan resolusi. 1 Orientasi, adalah bagian awal cerita yang menggambarkan situasi yang sedang sudah atau sedang terjadi. 2 Komplikasi, berisi tentang konflik-konflik dan pengembangannya gangguan-gangguan, halangan-halangan dalam mencapai tujuan, atau kekeliruan yang dialami tokoh utamanya. Pada bagian ini pula dapat diketahui watak tokoh utama yang menyangkut protagonist dan antagonisnya. 3 Resolusi, adalah bagian klimaks turning point dari drama, berupa babak akhir cerita yang menggambarkan penyelesaian atas konflik- konflik yang dialami para tokohnya. Resolusi haruslah berlangsung secara logis dan memiliki kaitan yang wajar dengan kejadian sebelumnya. c. Epilog adalah bagian terakhir dari sebuah drama yang berfungsi untuk menyampaikan inti sari cerita atau menafsirkan maksud cerita oleh salah seorang aktor atau dalang pada akhir cerita. 2. Kaidah Kebahasaan Drama Sebagaimana yang tampak pada contoh drama tersebut kalimat-kalimat yang tersaji di dalam teks drama hampir semuanya berupa dialog atau tuturan langsung para tokohnya. Kalimat langsung dalam drama lazimnya diapit oleh dua tanda petik ”....”. Teks drama menggunakan kata ganti orang ketiga pada bagian prolog atau epilognya. Karena melibatkan banyak pelaku tokoh, kata ganti yang lazim digunakan adalah mereka. Lain halnya dengan bagian dialognya, yang kata gantinya adalah kata orang pertama dan kedua. Mungkin juga digunakan kata-kata sapaan. Seperti yang tampak pada contoh teks drama tersebut bahwa kata-kata ganti yang dimaksud adalah aku, saya, kami, kita, kamu. Adapun kata sapaan, misalnya, anak-anak, ibu. Sebagaimana halnya percakapan sehari-hari, dialog dalam teks drama juga tidak lepas dari munculnya kata-kata tidak baku dan kosakata percakapan, seperti kok, sih, dong, oh. Di dalamnya juga banyak ditemukan kalimat seru, suruhan, pertanyaan. Perhatikan contoh berikut! 1. Selamat pagi, Anak-anak! 2. Selamat pagi, Buuuuuu! 3. Wah...jangan marah dong, aku kan cuma bercanda! 4. Arga, kenapa sih kamu selalu usil? 5. Kenapa kamu selalu mengejek aku? 6. Memangnya kamu suka kalau diejek? 7. Aduh...maaf deh! Kamu marah ya, In? Selain itu, teks drama memiliki ciri-ciri kebahasaan sebagai berikut. 1 Banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu konjungsi temporal, seperti sebelum, sekarang, setelah itu, mula-mula, kemudian. 2 Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi, seperti menyuruh, menobatkan, menyingkirkan, menghadap, beristirahat. 3 Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh, seperti merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, mengalami. 4 Menggunakan kata-kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana. Kata-kata yang dimaksud, misalnya, ramai, bersih, baik, gagah, kuat. Jakarta Pengertian teks drama adalah teks yang bermuatan kisah yang dikemas melalui dialog untuk dibawakan melalui seni peran atau akting untuk menggambarkan cerita dan berbagai peristiwa yang disajikan dalam suatu pentas drama. Secara umum, pengertian teks drama adalah suatu teks cerita yang dipentaskan di atas panggung atau biasa disebut teater ataupun tidak dipentaskan di atas panggung seperti drama radio, televisi, dan film. Drama secara luas dapat diartikan sebagai salah satu bentuk sastra yang isinya tentang suatu kehidupan yang disajikan atau dipertunjukkan dalam bentuk gerak. 7 Ciri-Ciri Drama, Lengkap Jenis, Struktur, dan Pementasannya Unsur-Unsur Drama, Pengertian, dan Jenisnya yang Benar, Berikut Penjelasannya Pengertian Drama Menurut Para Ahli, Ketahui Ciri-ciri dan Unsurnya Sebagai sebuah karya sastra, drama memiliki keunikan tersendiri. Teks drama diciptakan hanya untuk dibaca saja, namun juga harus dapat dipentaskan oleh para tokoh atau lakonnya. Dengan begitu pembuatan teks drama harus sesuai dengan kaidah kebahasaannya. Untuk lebih rinci, berikut ini penjelasan mengenai pengertian teks drama beserta karakteristik, struktur, unsur, dan kaidah kebahasaannya yang telah dirangkum oleh dari berbagai sumber, Senin 20/9/2021.Menurut Waluyo, pengertian teks drama adalah salah satu genre karya sastra yang sejajar dengan prosa dan puisi namun bentuknya berbeda. Sedangkan menurut Kemendikbud, pengertian teks drama adalah sebuah cerita atau kisah yang menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku akting atau dialog yang dipentaskan. Sejalan dengan itu, ada pengertian lain menurut Kosasih mengenai pengertian teks drama adalah bentuk karya sastra yang bertujuan untuk menggambarkan kehidupan dengan menyampaikan pertikaian dan emosi melalui lakon dan Teks DramaIlustrasi menulis dok. ElmiraSebagai karya sastra yang berbeda dari karya sastra lainnya, teks drama memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut ini, di antaranya 1. Memuat dialog atau percakapan yang dapat dibawakan oleh pemeran atau lakon drama. 2. Mengandung cerita, kisah, atau narasi yang sampaikan melalui dialog atau percakapan antar tokohnya. 3. Teks memiliki petunjuk khusus yang harus dilakukan oleh pemerannya, seperti mengatur ekspresi marah atau senang, melakukan aksi berlari/melompat, dsb. 4. Karena drama secara eksklusif menggunakan dialog sebagai isinya, maka penulisan percakapan tidak usah menggunakan tanda petik “”.Struktur Teks DramaIlustrasi Menulis. Credit Kemdikbud, struktur teks drama adalah sebagai berikut ini 1. Prolog Adalah kalimat atau kata-kata pembuka, pengantar, maupun latar belakang cerita, yang biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu yang telah di set dalam teks drama. 2. Orientasi Merupakan pengenalan dan pengaturan aksi dan tempat yang meliputi pengenalan tokoh, menyatakan situasi dan cerita, hingga permulaan dalam mengajukan konflik yang akan terjadi dalam kisah yang dibawakan dalam drama. 3. Komplikasi Komplikasi atau disebut juga sebagai bagian tengah cerita yang mulai mengembangkan konflik. Pada bagian ini tokoh utama akan menemukan berbagai rintangan antara ia dan tujuan atau keinginannya. Tokoh juga kerap mengalami berbagai kesalahpahaman dalam perjuangannya untuk menghadapi berbagai rintangan tersebut. 4. Resolusi Denouement Yakni penyelesaian dari komplikasi atau berbagai rintangan yang menghalangi tokoh utama. Bagian ini harus muncul secara logis dan sesuai dengan berbagai komplikasi atau klimaks puncak konflik yang menyekat komplikasi dan resolusi yang sebelumnya telah dihadirkan. 5. Epilog Merupakan bagian penutup dari drama berupa kata-kata penutup yang berisi simpulan atau amanat mengenai keseluruhan isi drama. Bagian ini pun biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh Teks DramaAda beberapa unsur-unsur teks drama yang perlu Anda ketahui, di antaranya 1. Alur, yaitu berupa rangkaian cerita yang terjadi pada drama. 2. Amanat, yaitu pesan yang terkandung dalam drama. 3. Tokoh, yaitu pelaku yang memerankan seorang karakter dalam cerita. 4. Penokohan adalah penggambaran watak setiap tokoh. Ada 3 macam tokoh, protagonis yaitu tokoh yang menampilkan kebaikan, antagonis yaitu tokoh jahat atau tokoh penentang kebaikan, dan tritagonis yaitu tokoh pendukung protagonis. 5. Tema, yaitu ide pokok cerita atau gagasan. 6. Aneka sarana kesastraan dan kedramaan yang mendukung penampilan pelaku dalam suatu drama, contohnya tata panggung dan tata Menulis Teks DramaBerikut ini ada beberapa langkah-langkah menulis teks drama yang penting untuk diketahui, di antaranya 1. Menentukan tema. 2. Menciptakan setting/latar. 3. Menciptakan tokoh. 4. Menciptakan dialog antartokoh. 5. Menciptakan teks samping . 6. Menulis serangkaian adegan dalam draft sehingga membentuk alur. 7. Menyunting draft awal, kemudian menulis naskah drama berdasarkan Kebahasaan Teks DramaIlustrasi Menulis Credit atau ciri kebahasaan teks drama yang paling kuat adalah di dalamnya hampir semua berupa dialog atau tuturan langsung para tokohnya. Sehingga, kalimat-kalimat yang tersaji di dalamnya hampir semuanya berupa dialog atau tuturan langsung para tokohnya. Karena drama banyak menggunakan tuturan langsung, maka sebagaimana halnya percakapan sehari-hari, dialog dalam teks drama sering kali menggunakan kosakata percakapan, seperti oh, ya, aduh, sih, dong. Selain itu, menurut tim Kemdikbud teks drama memiliki ciri-ciri kebahasaan sebagai berikut 1. Banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu konjungsi kronologis seperti sebelum, sekarang, setelah itu, mula-mula, kemudian. 2. Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi, contohnya menyuruh, menobatkan, menyingkirkan, menghadap, beristirahat. 3. Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh, contohnya merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, mengalami. 4. Menggunakan kata-kata sifat descriptive language untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana, seperti misalnya, rapi, bersih, baik, gagah, kuat. * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Pengertian Teks Drama Teks drama adalah teks yang berisi cerita, cerita disajikan melalui rentetan dialog per babak yang dibayangkan dan cerita, serta berbagai peristiwa yang disajikan di panggung teater dapat digambarkan melalui pertunjukan. Teks drama dibuat tak hanya untuk dibaca, tetapi juga harus dapat dipentaskan oleh para tokoh dengan tokoh yang harus dijiwai atau lakonnya. Drama secara luas dapat diartikan sebagai bentuk karya sastra yang isinya menyangkut kehidupan yang disajikan atau ditampilkan dalam bentuk gerak. Drama membutuhkan komunikasi, situasi, dan tindakan yang berkualitas tinggi. Kualitas dapat dilihat secara keseluruhan dan bagaimana konflik atau masalah muncul dalam drama. Ciri-Ciri Teks Drama Sebagai karya sastra yang berbeda dengan karya sastra lainnya, drama memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Berisi dialog yang dapat dipercakapkan oleh aktor atau lakon teater. Berisi cerita atau kisah yang dinarasikan dan yang disampaikan melalui dialog atau antartokoh. Teks drama berisi instruksi khusus yang harus dijiwai oleh para tokoh, seperti menyesuaikan ekspresi marah atau senang, melakukan tindakan berlari / melompat, dll. Karena drama hanya menggunakan dialog sebagai isinya, tanda petik “…” tidak diperlukan untuk penulisan dialog. Struktur Teks Drama Seperti jenis teks lainnya, kita dapat membagi bagian-bagian yang menyusus teks drama. Bagian-bagian ini disusun secara sistematis dan dapat dipertimbangkan dalam proses kreatif menulis. Prolog mengacu pada kalimat atau pembukaan cerita, dan pengantar atau latar belakang cerita biasanya disampaikan oleh wayang atau tokoh tertentu yang berlatarkan teks drama. Arahannya adalah pengenalan dan pengaturan tindakan dan posisi, meliputi pengenalan tokoh , pernyataan situasi dan cerita, dan dari awal, konflik yang akan diceritakan dalam cerita yang akan diceritakan dalam drama. Komplikasi juga disebut bagian tengah cerita mulai menciptakan konflik. Pada bagian ini, tokoh utama akan menemukan berbagai kendala antara dirinya dengan tujuan atau keinginannya. Berbagai kesalahpahaman yang sering dialami oleh para tokoh dalam perjuangan melawan rintangan tersebut. Resolusi kromatisitas, yaitu resolusi komplikasi atau hambatan yang menghalangi tokoh utama. Bagian ini harus muncul secara logis dan sesuai dengan berbagai kompleksitas atau klimaks yang diusulkan sebelumnya mencegah konflik puncak kompleksitas dan resolusi. Epilog merupakan bagian akhir dari drama, dan bentuk kata penutup tersebut berisi kesimpulan atau informasi tentang keseluruhan isi drama. Bagian ini biasanya disediakan oleh dalang atau tokoh. Unsur Teks Drama Drama adalah sejenis teks, ia juga terdiri dari banyak elemen. Berikut ini adalah uraian unsur drama oleh tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2017, yang di antaranya sebagai berikut. Latar belakang merupakan gambaran letak, waktu, dan suasana dalam naskah drama, meliputi Menetapkan lokasi yaitu mendeskripsikan adegan dalam naskah, seperti di rumah, di medan perang, di atas meja makan. Setting atau waktu, yaitu waktu kejadian yang digambarkan dalam naskah, seperti pada pada Hari Pahlawan yang jatuh tanggal 10 Desember. Latar budaya, yaitu gambaran suasana atau budaya di balik layar atau peristiwa dalam drama. Misalnya dalam budaya Jawa, Betawi, Melayu, Sunda dan Papua hidup. Penokohan Penokohan dalam drama diklasifikasikan sebagai berikut. Tokoh gagal atau tokoh badut foil. Posisi tokoh ini berlawanan dengan tokoh lain. Tokoh ini ada untuk menekankan tokoh Tokoh idaman atau tokoh pahlawan tipe peran Tokoh ini memainkan tokoh heroik, dengan peran yang kuat, adil, atau terpuji. Tokoh Statis Static character. Dari awal hingga akhir cerita, peran tokoh ini tetap tidak berubah. Tokoh bulat adalah tokoh yang mengalami perubahan watak secara berangsur-angsur. Misalnya, tokoh bulat adalah tokoh yang mengubah dari peran setia menjadi pengkhianat, dari peran menyakitkan menjadi peran baik, dan dari orang yang korup menjadi orang yang saleh dan bijaksana Dialog Dalam drama, dialog atau percakapan harus memenuhi beberapa syarat, antara lain mendukung perilaku tokoh . dan merefleksikan apa yang terjadi sebelum cerita, serta apa yang terjadi di balik cerita, juga harus bisa mengungkapkan pikiran dan perasaan para tokoh di atas panggung. Dialog di atas panggung lebih jelas dan lebih teratur daripada percakapan sehari-hari. Kata-kata yang disusun harus dimaksimalkan sebaik-baiknya; tokoh harus berbicara dengan jelas dan memiliki tujuan yang jelas. Dialog tersampaikan secara natural dan alamiah sehingga membuat penonton berpikira bahwa seolah-olah dialog tersebut diucapkan seperti sebenar-benarnya terjadi. Tema Tema adalah ide utama untuk menentukan struktur keseluruhan jalan cerita dari drama. Tema-tema dalam lakon menyentuh semua masalah, termasuk masalah kemanusiaan, kekuasaan, perasaan, kecemburuan, dll. Pada umumnya, tema tidak dinyatakan secara terang-terangan tersurat, tetapi lebih pada tersirat. Oleh karena itu, untuk memahami dan merumuskan tema-tema drama, perlu adanya apresiasi terhadap berbagai unsur drama secara keseluruhan. Pesan atau Amanat Pesan atau amanat adalah ajaran moral doktrinal yang disampaikan drama kepada pembaca/penonton. Sepanjang drama, Pesan atau amanat disembunyi secara rapi dengan menyeseuaikan dari isi cerita drama. Kaidah Kebahasaan Teks Drama Aturan atau ciri yang paling kuat dari bahasa teks drama adalah bahwa hampir semua aturan atau fitur adalah dialog atau percakapan langsung dari tokoh. Oleh karena itu, hampir semua kalimat yang disajikan di dalamnya merupakan dialog atau bentuk tuturan langsung dari tokoh tersebut. Kaidah kebahasaan teks drama, antara lain sebagai berikut. Menggunakan kata-kata yang mengungkapkan deret waktu dalam urutan kronologis, seperti sebelum, sekarang, setelah, pertama, kemudian. Menggunakan verba untuk mendeskripsikan suatu peristiwa yang terjadi, seperti menugaskan, menggantikan, menyingkirkan, menghadap, bercengkrama. Menggunakan verba untuk mengungkapkan apa yang dipikirkan atau dirasakan karakter, seperti merasa, ingin, mengharapkan, menginginkan, mengalami. Menggunakan bahasa deskriptif untuk mendeskripsikan orang, tempat atau suasana, misalnya kotor, rapi, bengis, maskulin, feminine, dsb. Contoh Teks Drama Sebagai pengurus pemakaman jenazah di Pemakaman Umum Pondok Rangon, sejak Covid-19, beban kerja Udin, Yogi, dan Abil meningkat. Setiap harinya, kegiata mereka tak jauh dari gali, gali, dan menggali. Tiga laki-laki datang memakai kaos oblong dengan handuk kecil di bahu mereka. Setelah melepaskan semua atribut, tiap-tiap dari mereka duduk sambil berselanjar kaki. Yogi “Duh, Bang Udin. Kalo kayak gini terus kapan kelarnya, yak, kita? Udin “Ngeluh mulu, idup, lu. Syukurin aje, Kawan. Nyari kerje di Jakarte lu tau sendiri susahnye kayak nyari jarum dalem jemari. Nyang penting dapet duit!” Yogi “Yak, gue, sih, beryukur, Bang, tapi gak gini juga. Masa kita harus bahagia tiap hari ada yang modar?!” Udin “Yak, mau gimane?? Bingung juga. Dah, ah! Mulut lu jangan ngerocos mulu, bikin tambah capek aje!” ABIL MENYODORKAN SEBOTOL AIR MINERAL KEPADA UDIN DAN YOGI Abil “Udeh, udeh, jangan pade rebut. Kalemin aje dulu. Kite, tuh, jarang istirahat. Dah, istirahat dulu. Simpen tenage lu pade. Tar, paling ambulans datang lagi.” Yogi “Iya, iya. Soalnya, baru kali ini seumur-umur jadi tukang gali kubur ngerasa kecapean. Kemarin, kemarin, mah, gali sampe malam aja, gue sanggup.” Abil”Iye, gapape, capek itu wajar. Namanya juga manusia. Bang Udin juga capek, Gak perlu memaksakan. Bisa-bisa, nih, kite gali kubur, eh, nanti buat kuburan kite sendiri, karena saking capeknye ngegali mulu.” Yogi “Yaelah, Mas. Jadi, takut Yogi, Mas!” Udin “Lagian, Yog. Elu masih mude aje ngeluh, lah gue nyang umurnye beda 10 tahun lebih tue dari elu, biasa-biasa aje.” Yogi “Lah, tadi, kan, Abang ngeluh capek juga, Bang.” Udin “Lah, siape nyang mulai? Bedain mane nyang ngeluh, mane nyang sengaje bales keluhan temen. Gitu aje ga bisa bedain lu!” Abil “Udeh, udeh, jan pada berantem. Kite gimanepun juge itu tim. Jangen pade berantem. Ohiye, tadi Bang Udin sama Mas Yogi pas tadi malam aku makasih banget, loh, pas lagi berat ngangkat peti kosong ngerasa enteng berkat bantuan Bang Udin sama Mas Yogi. UDIN DAN YOGI SALING MENATAP Udin “Jam berape lu angkat tuh peti?” Abil “Jam berapa, ya? Jam setengah 9an kayaknye.” YOGI NGELUARIN HP BUAT NUNJUKKIN FOTO Yogi “Bang, lu lihat, dah. Jam segitu kita lagi di warung Mpok Leha. Ini fotonya. SEMUA DIAM. UDIN, YOGI, dan ABIL SALING MENATAP. LAMPU PANGGUNG DIMATIKAN. Artikel Teks Drama Kontributor Adip Prasetyo, Alumni Sastra Indonesia FIB UI Materi Bahasa Indonesia lainnya di Teks Eksplanasi Macam-macam Majas Kalimat Efektif 218 Kelas VIII SMPMTs Agra ”In…. Lirih Maakan aku, ya. Aku sering nggangguin kamu, Gendis, Anggun, dan teman-teman yang lain.” Gendis ”Makanya kamu jangan suka ngerjain orang, apalagi mengolok-olok kekurangan mereka. Jangan suka meremehkan anak perempuan. Nyatanya, kamu membutuhkan mereka juga, kan?” Agra ”Iya deh, aku janji nggak akan ngerjain kalian lagi.” Arga betul-betul menepati janjinya. Sejak kejadian itu, ia tak pernah mengganggu teman-temannya lagi. Arga pun jadi punya banyak sahabat, termasuk Inka dan Gendis. Mereka sering mengerjakan PR dan belajar bersama. Agra Bicara sendiri ”Ternyata kalau aku nggak nakal, sahabatku tambah banyak,” pikir Arga. ”Ternyata juga, punya banyak sahabat itu menyenangkan. Kalau mereka ulang tahun kan aku jadi sering ditraktir, hihihi….” Adaptasi dari cerpen ”Kena Batunya”, Veronica Widyastuti 2. Kaidah Kebahasaan Drama Sebagaimana yang tampak pada contoh drama tersebut kalimat-kalimat yang tersaji di dalam teks drama hampir semuanya berupa dialog atau tuturan langsung para tokohnya. Kalimat langsung dalam drama lazimnya diapit oleh dua tanda petik ”....”. Teks drama menggunakan kata ganti orang ketiga pada bagian prolog atau epilognya. Karena melibatkan banyak pelaku tokoh, kata ganti yang lazim digunakan adalah mereka. Lain halnya dengan bagian dialognya, yang kata gantinya adalah kata orang pertama dan kedua. Mungkin juga digunakan kata-kata sapaan. Seperti yang tampak pada contoh teks drama tersebut bahwa kata-kata ganti yang dimaksud adalah aku, saya, kami, kita, kamu. Adapun kata sapaan, misalnya, anak-anak, ibu. Sebagaimana halnya percakapan sehari-hari, dialog dalam teks drama juga tidak lepas dari munculnya kata-kata tidak baku dan kosakata percakapan, seperti 219 Bab 8 Bahasa Indonesia kok, sih, dong, oh. Di dalamnya juga banyak ditemukan kalimat seru, suruhan, pertanyaan. Perhatikan contoh berikut 1. Selamat pagi, Anak-anak 2. Selamat pagi, Buuuuuu 3. Wah…jangan marah dong, aku kan cuma bercanda 4. Arga, kenapa sih kamu selalu usil? 5. Kenapa kamu selalu mengejek aku? 6. Memangnya kamu suka kalau diejek? 7. Aduh…maaf deh Kamu marah ya, In? Selain itu, teks drama memiliki ciri-ciri kebahasaan sebagai berikut. 1 Banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu konjungsi temporal, seperti sebelum, sekarang, setelah itu, mula-mula, kemudian. 2 Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi, seperti menyuruh, menobatkan, menyingkirkan, menghadap, beristirahat. 4 Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh, seperti merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, mengalami. 5 Menggunakan kata-kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana. Kata-kata yang dimaksud, misalnya, ramai, bersih, baik, gagah, kuat. sumber 220 Kelas VIII SMPMTs Kegiatan 1. Cermatilah kaidah atau itur-itur kebahasaan yang ada pada salah satu teks drama pada pelajaran sebelumnya. 2. Bersama empat orang teman, catatlah kaidah-kaidah kebahasaan yang menandai teks drama tersebut Judul drama . . . . Kaidah Kebahasaan AdaTidak Ada Keterangan Kutipan Teks a. Kalimat langsung b. Kata ganti c. Kata tidak baku d. Kosakata percakapan e. Konjungsi temporal f. Kata kerja g. Kata sifat h. Kalimat seru i. Kalimat perintah j. Kalimat tanya 3. Sajikanlah hasil pengamatan kelompokmu itu pada karton manila atau kertas post-it. 4. Pajanglah hasilnya pada papan tulis atau pada dinding kelas dengan perekat yang tidak mengotorinya. 5. Mintalah kelompok lain untuk secara bergiliran mengomentari hasil kerja kelompokmu itu berdasarkan kelengkapan, ketepatan, dan kerapian dalam penyajiannya. Bagaimana tanggapanmu dengan komentar-komentar mereka itu, menerimakah? Jendela Bahasa Kalimat Tanya Kalimat tanya introgatif adalah kalimat yang isinya menanyakan sesuatu atau seseorang. Kalimat tanya digunakan ketika ingin mengetahui barang, orang, waktu, tempat, cara, dan yang lainnya. 221 Bab 8 Bahasa Indonesia Perhatikan contoh penggunaannya dalam penggalan wacana di bawah ini. 1 Di antara kerumunan muncullah seorang lelaki muda mendekati ibu tadi lalu berjongkok. 2 ”Ibu mau pergi ke mana?” 3 ”Aku mau pulang,” katanya dengan nada lemah. 4 ”Pulang ke mana?” 5 ”Sebenarnya aku sudah mengunjungi rumah kakakku, tetapi tidak ada di rumah.” 6 ”Memangnya rumah ibu di mana?” 7 ”Rumahku jauh di Garut. Eh, ehm… anu.” 8 ”Ada apa Bu?” 9 ”Be… be… begini, Jang.” 10 ”Aku butuh uang untuk ongkos pulang.” 11 ”Uangku habis bahkan untuk membeli minum pun tidak ada.” Sumber Cerpen “Ibuku Sayang, Ibuku Malang” oleh Lina Budiarti. Kalimat tanya dinyatakan dengan kalimat nomor 2, 4, 6, dan 8. Selain ditandai oleh tanda tanya ?, kalimat itu disertai dengan kata tanya mana dan apa. Meskipun demikian, kalimat tanya ada pula yang tidak disertai dengan kata tanya. Perhatikan contoh sebagai berikut. a. Kak Alam sudah kuliah? b. Ini rumah Pak Kosasih? c. Tadi malam hujan, ya? Kalimat tanya pun banyak sekali ragamnya. Ada yang disebut dengan kalimat tanya retoris, kalimat tanya yang hanya memerlukan jawaban ”ya” atau ”tidak”, kalimat tanya yang memiliki tujuan selain bertanya. Berikut contoh-contohnya a. Kalimat tanya yang hanya memerlukan jawaban ya atau tidak. Kalimat ini biasa digunakan untuk tujuan klariikasi atau meminta kepsatian. Contoh 1 Jadi, betul para petani di sini mengalami gagal panen? 2 Katanya Anda mau menanam sayur-sayuran di lahan ini? 222 Kelas VIII SMPMTs b. Kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban. pertanyaan retoris Contoh 1 Petani mana yang tidak ingin untung dari usahanya? 2 Siapa sih yang berharap usahanya merugi terus? c. Kalimat tanya yang memiliki tujuan selain bertanya. Dari segi tujuannya kalimat ini serupa dengan kalimat perintah. Kalimat itu sesungguhnya berisikan suruhan, permintaan, ajaan, rayuan, sindiran, sanggahan. Contoh 1 Mau tidak kamu mengambil benih itu di rumah Pak Lurah? permintaan, suruhan. 2 Kamu mau kan bekerja di kebun saya? ajakan 3 Masa seorang petani sekadar untuk menanam padi pun tidak bisa? sindiran D. Menulis Teks Drama Daftar Isi Pengertian Teks Drama Kaidah Kebahasaan Teks Drama Unsur-unsur Teks Drama 1. Alur 2. Penokohan 3. Bahasa 4. Dialog 5. Latar Struktur Kebahasaan Teks Drama 1. Orientasi 2. Komplikasi/Rising Action 3. Klimaks 4. Resolusi 5. Kesimpulan Jakarta - Drama merupakan suatu karya seni berupa dialog yang dipentaskan. Drama biasanya mengangkat tentang suatu kisah dalam kehidupan atau kejadian dalam dalam suatu drama biasanya terdapat sebuah naskah yang berisi tentang cerita yang dikemas melalui dialog-dialog yang akan dibawakan oleh tokoh untuk menggambarkan suatu peristiwa atau tersebut disebut dengan teks drama. Terdapat unsur, struktur, dan kaidah kebahasaan dalam teks drama. Agar lebih paham, simak penjelasannya berikut Teks DramaDikutip dari buku Pembelajaran Menulis Teks 2022, teks drama merupakan teks yang menggunakan acting atau dialog untuk mengkomunikasikan ide dan suatu teks drama yang baik, biasanya memiliki karakteristik seperti tidak terlalu panjang, memiliki konflik, alurnya sederhana, tidak mengandung permasalahan yang rumit, hingga mengandung tema yang menyangkut persoalan kehidupan yang dapat menambah pengetahuan drama juga cukup mudah untuk dikenali cirinya, yaitu seperti terdapat alur cerita yang memiliki konflik dan penyelesaian, yang umumnya berbentuk dialog antara dua tokoh atau dasarnya kaidah kebahasaan teks drama terdiri dari kata benda, kata kerja, keterangan waktu, dan istilah benda digunakan untuk mengidentifikasikan karakter tertentu. Kata kerja digunakan untuk mengidentifikasi peristiwa. Dan kata keterangan waktu digunakan untuk mengidentifikasi detail waktu dari laman Kemendikbud, teks drama memiliki ciri-ciri atau kaidah kebahasaan sebagai berikutMenggunakan kata yang menyatakan urutan waktu atau konjungsi sebelum, sekarang, setelah, menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa yang menyuruh, menghadap, menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh mengharapkan, mendambakan, kata-kata sifat atau descriptive language untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau rapi, bersih, baik, gagah, Teks DramaDikutip dari laman Kemendikbud, unsur yang terkandung di dalam teks drama ada 5 yaitu1. AlurDalam suatu cerita tentunya harus ada unsur di mana dimulai dari pengenalan cerita, konflik awal, perkembangan konflik, hingga PenokohanPenokohan terdiri dari dua hal, yakni peran dan juga perwatakan. Untuk peran, terdapat tokoh utama dan tokoh pembantu. Dan perwatakan akan lebih condong ke arah sifat dari tokoh-tokoh yang BahasaBahasa digunakan sebagai media komunikasi antar tokoh yang terlibat. Melalui bahasa juga dapat diketahui mengenai penggambaran watak tokoh, latar, dan waktu peristiwa dalam drama itu DialogDialog adalah percakapan antara dua tokoh atau lebih. Dialog bertujuan untuk membangun emosi, ekspresi, hingga pembentukan karakter dalam suatu LatarLatar berfungsi untuk menerangkan berbagai hal, misalnya ruang, tempat, waktu, tata panggung, dan juga tata Kebahasaan Teks DramaStruktur kebahasaan teks drama berkaitan dengan kaidah kebahasaan teks drama. Struktur teks drama pada dasarnya mirip dengan struktur teks naratif yaitu orientasi, komplikasi, resolusi, dan OrientasiPada bagian orientasi akan diperkenalkan karakter, latar, dan informasi lainnya yang disajikan agar penonton dapat memahami isi Komplikasi/Rising ActionPada bagian ini, dijelaskan suatu peristiwa dan interaksi antar karakter yang akan mengarah pada KlimaksPada bagian klimaks, akan disajikan dan dijelaskan puncak permasalahan dari ResolusiPada bagian resolusi akan disajikan suatu peristiwa yang memungkinkan karakter dalam drama untuk menjelaskan atau menyelesaikan apa yang terjadi selama KesimpulanKesimpulan merupakan adegan terakhir yang menunjukkan komentar atau pesan moral berdasarkan tindakan yang terjadi dalam demikian penjelasan lengkap mengenai teks drama mulai dari pengertian, struktur kebahasaan, kaidah kebahasaan, hingga unsur-unsur teks drama. Sekarang kamu jadi lebih tahu kan, detikers. Simak Video "Sutradara Libatkan 7 Dokter Ahli Demi Kesuksesan 'Dr. Romantic 3'" [GambasVideo 20detik] inf/inf

menelaah struktur dan kaidah kebahasaan teks drama